Minggu, 09 September 2012

Cangkuang, Objek Wisata Tersembuyi

Cangkuang, Objek Wisata Tersembunyi

            Seperti biasa, saat week end bersama keluarga, kami berlibur ke berbagai tempat. Pada kesempatan kali ini kami sebenarnya ingin ke Pelabuhan Ratu, tapi karena kami melewati jalur neraka (aseek).... jalur yang dilewati truk-truk raksasa pengangkut air mineral. kemacetan luar biasa yang kami dapatkan ...... Merubah segalanya.
            Pagi hari saat berangkat, perasaanku seakan terbang melayang. Tercium aroma pantai dengan hembusan angin yang semilir, deru ombak yang menawan, dan sunset yang indah (bayangkan dalam pikiran anda). Namun semua bayangan indah itu sirna, saat terdengar hiruk pikuk suara klakson mobil yang menggema ditelingga .... terus berputar dan memecahkan kepala.
            Seperti biasa ayahku akan marah jika diberitahu/didikte orang lain tentang rute jalan, beliau merasa dirinya sakti karena dalam otaknya ada seluruh rute jalur di berbagai belahan dunia (lebay sih, tapi itu benar). Tapi kenyataannya kita tersesat, kita terlontar ke jalur macet. Ini membuat hati ayahku kecut (hah?). Karena kekesalannya mendengar bunyi klakson terus menerus, ayahku pun membanting stirnya. Memasuki jalan sempit yang gelap gulita, kita tak tau jalan ini menuju kemana.
            Dalam kegelapan yang mencekam, setelah sekian banyak melewati tikungan dan tanjakan tajam ... tiba-tiba tercium aroma hutan, terdengar gemercik air dan lolongan suara orang utan. Ternyata jalan kami berujung di sebuah bumi perkemahan yang letaknya sangat terpencil.
            Tidak ada perumahan, tidak ada penerangan jalan. Yang terlihat hanya beberapa titik cahaya dikejauhan. Sesekali berkedip dan berayun ... cahaya yang sangat indah dan menawan. Setelah dekat dengan tempat tersebut kami melihat beberapa tenda didirikan disana. Terdengar suara anak-anak yang riang gembira menyanyikan sebuah lagu dengan diiringi petikan gitar. Dengan hati gembira mereka menyanyikan sebuah lagu diterangi api unggun yang remang-remang.
            Karena sama sekali tidak ada rencana dan persiapan untuk berkemah, akhirnya kami harus menyewa tenda. Penat dan lelah selama perjalanan sirna sudah. Bersama-sama kami asyik mendirikan tenda. Mengumpulkan ranting, rumput dan dedaunan kering ..... untuk dijadikan api unggun.
Hingga akhirnya .... dibalut hangatnya api unggun, ibuku membuat kejutan. Saat kami sedang asyik mendengarkan anak-anak yang tengah bernyanyi dengan suara merdu, tiba-tiba saja ibuku melantunkan suara terbaiknya. Ia melantunkan lagu melati dari jaya giri dengan nada maju tak gentar (hehehe) yang sangat sangat sangat....386x fals luar biasa. Adikku yang polos itu sampai kekamar kecil 8 kali (BAYANGKAN!!!). Hal itu menjadi bahan tertawaan semua orang.
Oke, ibu berhasil melakukan tugasnya…
Aku bahkan ingin memuntahkan semua isi perut dalam tubuhku. Aku bahkan sempat bertanya pada kakakku “mas, kamu mau muntah gak?” dan jawaban kakakku adalah “aku dah muntah berkali-kali, cuman muntahku,aku makan lagi”. Jegeeeer... okeh di skip aja bagian itu. Sangat menjijikan. Jangan ditiru dirumah..
Keesokan paginya aku benar-benar kelaparan. Bayangkan yang sebelumnya aku hanya makan setengah porsi bakso karena kejadian yang diakibatkan oleh ibuku aku pun mengeluarkan seluruh isi perutku yang hanya berisi SETENGAH PORSI BAKSO. Huh!! Emosi… pagi itu kumakan 2 piring nasi goreng yang bewarna muuueeeeraah….
Setelah mengisi perut kami pergi menuju tempat yang di idam-idamkan sejak lahir (okeh, benerkan?). kami menyusuri hutan, naik-turun bukit untuk menuju tempat tujuan. Ditengah perjalanan aku menemukan buah, ingat! Buah yang berbentuk seperti bulu babi, ingat! Bulu babi. Apa hubungannya coba? Tapi itu bener, ternyata buahnya tuh bentuknya dan rasanya seperti buah rambutan. Okeh, lanjut. Dengan pemandangan yang benar-benar seperti di hutan Amazon, disini aromanya yang tercium bukan pantai (yaiyalah,,) aromanya tuh seperti (maaf ya) kentut (loh kok bisa?) yaiyalah orang kakakku buang gas setelah makan ubi .... aduh duh duh… okeh skip lagi kakakku emang rada-rada jorok gitu
OH MY GOD ,, adikku si polos yang imut-imut itu dengan tampang memohon ingin berhenti sebentar. Kalian tau ingin apa? ingin BUANG AIR BESAR. Gak tau kenapa karena kita telah melewati sungai dengan air sebening Kristal kayaknya membuat adikku memiliki hasrat ingin mengeluarkan ampas dari tubuhnya. Okeh kita skip.. kenapa lama-lama jadi ngawur gini ya ceritanya?


  Ini dia fotonya, memohon gak kalo kayak gini mukanya?

Setelah melakukan pembuangan kami berjalan lagi ya sekitar 800m, kita sampai ke air terjun yang pertama. Kenapa yang pertama karena disini katanya ada 4 air terjun. Subhanallah, indahnya luar biasa. Tidak sia-sia kami ke sini dengan susah payah dan melewati banyak rintangan, kanapa disebut banyak rintangan? Karena, 1. Suara nyanyian ibuku yang membuat telingaku melayang 2. Aroma segar kentut kakakku yang membuat hidungku mancung 7cm 3. Kejadian ekskresi adikku yang mencemarkan air minum yang kita minum selama ini.  Tapi Allah benar-benar Maha Pencipta, Ia menciptakan perpaduan yang benar-benar membuat manusia melayang. Perpaduan antara air mengalir dengan cipratan-cipratan kecil seperti Kristal yang berhamburan kesana-sini, susunan batu bagaikan pahatan patung abstrak yang mengandung unsur seni tinggi, sulur-sulus hijau menjalar bagaikan Kaligrafi indah dan kicau-kicau burung. SubhanAllah….
 indah gak kalau kayak gini?

Ini ni jalannya harus menyusuri hutan dulu…
  Dan akhirnya kami pun ulang untuk melanjutkan perjalanan meng-asyikkan selanjutnya


untuk infrmasi lebih lanjut tentang keberadaan Cangkuang, nih dia lokasinya:

Lokasi


Terletak bersebelahan dengan Javana Spa, tepatnya di Desa Cidahu, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat.
Peta dan Koordinat GPS: 6° 43' 21.88" S 106° 45' 45.22" E  

Aksesbilitas


Berjarak kurang lebih 12 km dari pinggir jalan Raya Sukabumi ke area Wana Wisata Cangkuang.  Sedangkan  untuk menuju Curug Cangkuang tersebut masih membutuhkan waktu tempuh sekitar 1-2 jam perjalanan dengan berjalan kaki atau sekitar 1 km dari pinggir jalan aspal (dekat pintu masuk gerbang) dengan melewati kawasan hutan pinus.


Dari jalan raya utama Ciawi-Sukabumi belok kanan, masuk setelah pasar CIcurug. Cara lain adalah menanyakan kompleks pembotolan untuk minuman mineral Aqua.  Setelah masuk jalur ini ikuti saja jalan aspal yang terbaik hingga ke kawasan wisata. Namun hati-hati karena beberapa tanjakan memiliki gradien di atas 45 derajat. Mobil harus ekstra kerja keras untuk dapat menanjak. 


Tiket dan Parkir


Tiket masuk menuju wana wisata ini adalah Rp 5000 per orang.  Sebelumnya ada pungutan retribusi desa kurang lebih 1 km sebelum pintu gerbang.
Fasilitas dan Akomodasi
Beberapa Akomodasi penginapan tersedia di sekitar kawasan curug ini dengan fasilitas yang dimilikinya cukup  lengkap. Salah satunya Pondok Cangkuang yang dikelola oleh Perum Perhutanidengan kisaran harga Rp 891.250,- yang termahal untuk wisma tiga kamar pada malam hari Libur Nasional. Sedang yang termurah seharga Rp115.000,- untuk satu kamar pada malam hari biasa.

Area berkemah dapat dijumpai disekitar pondok penginapan dan di kawasan hutan lindung dengan empat areal tempat berkemah.


Wisata Lain
1. Kawah Ratu seluas 30 ha dengan jarak tempuh 3,5 km dari Pondok Cangkuang.  Disana terdapat air yang mengalir dengan suhu panas dan dingin. Selain itu masih ada sumber air panas, menyembur seperti air mendidih. Begitu juga asap tebal putih keluar dari sela batu-batu kawah berwarna hitam. 2. Hutan lindung seluas empat kilometer persegi dan hutan alam yang menyelimuti kaki Gunung Salak.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar