Ehhm
pada suka kan sama keju??!?
Kalau gak suka
keju gak boleh dateng lagi kesini looh! ( eitt.. gak gak bercanda doang hehehe
). Iya keju itu enak banget asiin, guriiih gimana gitu,, keju adalah salah satu
makanan terenak di dunia, eh enggak deh terenak kedua setelah masakan ibukku
xixixi. Keju paling enak dipadukan dengan pasta ( itu menurut ku sih) mau tau
tentang gimana kelezatan keju? Simak ya
yang mau lewat ini wkwkwk,,
Keju adalah produk turunan susu yang sangat gurih dan
lezat, apalagi bila ditambahkan di atas pizza, spagetthi, ataupun ke dalam
bakso. Namun sepertinya baru sedikit dari kita yang tahu seluk beluk dan fakta
di balik si kuning muda ini. Nah, kalo yang mau tahu apa saja fakta di balik si
gurih keju ini ayo trus scroll ke bawah. Delizioso!
Etimologi
Kata cheese dalam Bahasa Inggris berasal dari kata latin
“caseus” yang juga merupakan asal kata casein,artinya protein
susu yang merupakan sumber keju. Dalam Bahasa Inggris kuno “caseus” juga
disebut “ciese” atau “cese” yang menjadikan kata cheese pada
Bahasa Inggris zaman pertengahan. Caseus juga merupakan cikal bakal kata keju
untuk bahasa lain, contohnya kata “queso” dalam bahasa Spanyol, “kaas” pada
bahasa Belanda, “kase” pada bahasa Jerman dan “queijo” dalam bahasa Portugis.
Dari bahasa Portugis inilah kita akhirnya mengenal kata keju dilihat dari cara
pengucapannya yang tidak jauh berbeda.
Sejarah keju
Keju ditemukan di Timur
Tengah
Menurut para peneliti, konsumsi keju
diprediksi paling cepat 8000 SM, ketika domba pertama kali di kembang biakkan
sampai paling lambat 3000 SM. Keju dipercaya sudah ditemukan di Timur Tengah
atau oleh suku Turki nomaden di Asia Tengah dimana bahan makanan biasa disimpan
di wadah yang terbuat dari kulit hewan saat dibawa dalam perjalanan. Ketika
disimpan dalam wadah kulit terjadi pemisahan dadih dengan protein karena
diakibatkan enzim bernama rennet serta bakteri yang ada di dalam kulit tersebut
sehingga dapat menghasilkan gumpalan-gumpalan susu yang membentuk keju.
Pembuatan Keju Mesir Kuno
Mesir membuktikan kepada kita bahwa terdapat
bukti arkeologi tentang pembuatan keju, ditemukan dalam kuburan yang diketahui
berasal 2000 SM. Keju yang dihasilkan pada saat itu memiliki rasa yang sangat
asam dan asin (banyak garam ditambahkan untuk menjaga kualitas keju dalam suhu
panas dan iklim kering. Keju di daerah Eropa tidak membutuhkan banyak garam
karena kondisi iklimnya sudah dingin, selain itu mereka juga menggunakan
mikroba dan lumut khusus untuk keju yang berguna untuk memberikan bentuk dan
rasa yang unik.
Dapur Khusus Pembuatan
Keju
Bangsa Yunani dan Roma Kuno adalah bangsa
yang pertama kali mengubah pembuatan keju menjadi sesuatu yang bernilai seni
tinggi. Rumah orang Roma yang sebagian berukuran besar memiliki dapur khusus
untuk pembuatan keju, biasanya disebut dengan “caraele”. Setelah mengembangkan
teknik baru dalam pengasapan dan menambah rasa pada keju, orang Roma
menyebarkan teknik perkejuan ini bersamaan dengan ekspansi kekaisaran mereka.
Nahhh gimana setelah baca post ini pasti kepengen
kaan??




Tidak ada komentar:
Posting Komentar