Kamis, 27 September 2012

Yummy cheese



         Ehhm pada suka kan sama keju??!?
Kalau gak suka keju gak boleh dateng lagi kesini looh! ( eitt.. gak gak bercanda doang hehehe ). Iya keju itu enak banget asiin, guriiih gimana gitu,, keju adalah salah satu makanan terenak di dunia, eh enggak deh terenak kedua setelah masakan ibukku xixixi. Keju paling enak dipadukan dengan pasta ( itu menurut ku sih) mau tau tentang gimana kelezatan keju?  Simak ya yang mau lewat ini wkwkwk,,

Keju adalah produk turunan susu yang sangat gurih dan lezat, apalagi bila ditambahkan di atas pizza, spagetthi, ataupun ke dalam bakso. Namun sepertinya baru sedikit dari kita yang tahu seluk beluk dan fakta di balik si kuning muda ini. Nah, kalo yang mau tahu apa saja fakta di balik si gurih keju ini ayo trus scroll ke bawah. Delizioso!
Etimologi


Kata cheese dalam Bahasa Inggris berasal dari kata latin “caseus” yang juga merupakan asal kata casein,artinya protein susu yang merupakan sumber keju. Dalam Bahasa Inggris kuno “caseus” juga disebut “ciese” atau “cese” yang menjadikan kata cheese pada Bahasa Inggris zaman pertengahan. Caseus juga merupakan cikal bakal kata keju untuk bahasa lain, contohnya kata “queso” dalam bahasa Spanyol, “kaas” pada bahasa Belanda, “kase” pada bahasa Jerman dan “queijo” dalam bahasa Portugis. Dari bahasa Portugis inilah kita akhirnya mengenal kata keju dilihat dari cara pengucapannya yang tidak jauh berbeda.





Sejarah keju


Keju ditemukan di Timur Tengah





Menurut para peneliti, konsumsi keju diprediksi paling cepat 8000 SM, ketika domba pertama kali di kembang biakkan sampai paling lambat 3000 SM. Keju dipercaya sudah ditemukan di Timur Tengah atau oleh suku Turki nomaden di Asia Tengah dimana bahan makanan biasa disimpan di wadah yang terbuat dari kulit hewan saat dibawa dalam perjalanan. Ketika disimpan dalam wadah kulit terjadi pemisahan dadih dengan protein karena diakibatkan enzim bernama rennet serta bakteri yang ada di dalam kulit tersebut sehingga dapat menghasilkan gumpalan-gumpalan susu yang membentuk keju.






Pembuatan Keju Mesir Kuno


Mesir membuktikan kepada kita bahwa terdapat bukti arkeologi tentang pembuatan keju, ditemukan dalam kuburan yang diketahui berasal 2000 SM. Keju yang dihasilkan pada saat itu memiliki rasa yang sangat asam dan asin (banyak garam ditambahkan untuk menjaga kualitas keju dalam suhu panas dan iklim kering. Keju di daerah Eropa tidak membutuhkan banyak garam karena kondisi iklimnya sudah dingin, selain itu mereka juga menggunakan mikroba dan lumut khusus untuk keju yang berguna untuk memberikan bentuk dan rasa yang unik.




Dapur Khusus Pembuatan Keju


Bangsa Yunani dan Roma Kuno adalah bangsa yang pertama kali mengubah pembuatan keju menjadi sesuatu yang bernilai seni tinggi. Rumah orang Roma yang sebagian berukuran besar memiliki dapur khusus untuk pembuatan keju, biasanya disebut dengan “caraele”. Setelah mengembangkan teknik baru dalam pengasapan dan menambah rasa pada keju, orang Roma menyebarkan teknik perkejuan ini bersamaan dengan ekspansi kekaisaran mereka.

Nahhh gimana setelah baca post ini pasti kepengen kaan??

Tidak ada komentar:

Posting Komentar